NGEREBEG
Tradisi Ngerebeg adalah tradisi sakral dan unik yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan manusia. Tradisi ini di adakan setiap lima hari setelah hari raya kuningan. Tradisi ngerebeg sama dengan ngepik dalam bahasa bali yang artinya menghitung atau memisahkan satu per satu. Menurut kepercayaan masyarakat Desa Adat Tegal ngepik adalah menghitung jumlah warga yang ada di Desa Adat tegal ini, karena setiap warga desa adat tegal membawa uang kepeng dengan jumlah sama dengan anggota keluarga dalam satu kartu keluarga. Selain itu juga tradisi ngerebeg ini juga tradisi berkumpul nya petapaka-petapakan yang ada di pura Desa adat tegal ini termasuk Petapakan Pura Ntegana yang nanti nya berkumpul di Bale Agung Pura Desa Adat Tegal. Tradisi Ngerebeg ini di percayai juga oleh masyarakat Desa Adat Tegal tradisi yang menghalau mara bahaya atau penyakit-penyakit yang akan masuk ke wilayah Desa Adat Tegal ini.
NGEREBEG
Definisi Tradisi Ngerebeg
Istilah ngerebeg memiliki arti yang sama dengan kata ngrebak atau ngerejeg yang berarti besar-besaran. Berdasarkan arti tersebut dan dilihat dari prosesi pelaksanaannya, ngerebeg bisa diartikan sebagai upacara besar yang melibatkan seluruh masyarakat Desa Adat Tegal yang terdiri dari delapan banjar. Bahkan tak jarang jika ada warga asli Desa Adat tegal yang tinggal di luar desa ataupun yang sudah menikah keluar desa, maka akan selalu berusaha menyempatkan diri pulang untuk mengikuti tradisi ini.Oleh masyarakat setempat, ngerebeg ini sering pula disebut wraspatingepik. Ngepik artinya menghitung. Hal ini tentunya berkaitan erat dengan adanya suatu prosesi dalam ritual ini sebelum tradisi ngerebeg yang disebut cor yaitu sistem cacah atau sensus yang dilakukan untuk mengetahui atau menghitung jumlah penduduk (krama) Desa Adat Tegal. Dahulu dalam tek cor ini setiap keluarga melaporkan jumlah warga keluarganya dengan menghaturkan jinah bolong (uang kepeng), dimana tiap-tiap orang di hitung satu keping jinah bolong. Namun kini karena keberadaan uang kepeng asli cukup sulit dan seriring perjalanan waktu uang kepeng tersebut seringkali diganti dengan uang rupiah.
Ngerebeg ini memiliki fungsi utama sebagai sarana ritual yang bertujuan untuk memohon berkah dan keselamatan serta menetralisir kekuatan-kekuatan negatif (nyomia bhuta kala) untuk dapat menjadi kekuatan positif (kedewataan). Ritual ini dipercayai oleh masyarakat dapat memproteksi dari segala bentuk wabah penyakit maupun pengaruh-pengaruh negatif lainnya.
Tahapan-tahapan Prosesi Ngerebeg
Tradisi Ngerebeg ini dilaksanakan oleh seluruh Masyarakat Desa Adat Tegal. Tahapan-tahapan tradisi ngerbeg di awali dengan Merias di masing-masing pura kahyangan jagat yang ada di wilayah Desa Adat Tegal ini. Kemudian Petapakan-petapakan masing-masing Pura kahyangan jagat di wilayah Desa Adat Tegal berjalan menuju Bale Agung Pura Desa Adat Tegal.
Menurut Ketut Artawan, setelah Petapakan-petapakan berkumpul prosesi selajutnya yaitu membeleh anak babi setelah membeleh anak babi. Kemudian para warga akan menghaturkan uang gepeng jumlah nya sesuai dengan anggota keluarga . Kemudian petapakan akan mengelilingi Pura Desa Adat Tegal setelah itu baru mengelingi Desa Adat Tegal dan singgah ke pura-pura yang ada di wilayah desa Adat Tegal.