Masuki dunia digital yang menghidupkan situs cagar budaya kuno dan sakral di Bali.
Rasakan sejarah dan nilai spiritual Pura Ntegana melalui pengalaman imersif yang mendekatkan Anda
pada tonggak, perkembangan Hindu di Bali.
Masuki dunia digital yang menghidupkan situs cagar budaya kuno dan sakral di Bali. Rasakan sejarah dan nilai spiritual Pura Ntegana melalui pengalaman imersif yang mendekatkan Anda pada tonggak perkembangan Hindu di Bali.



Pura Ntegana yang berlokasi di Desa Adat tegal ini merupakan salah satu pura kuno yang di bangun pada tahun 908 Masehi. Selain itu juga Pura Ntegana ini merupakan kahyangan penyusung umum atau kahyangan Jagat
Pura sebagai tempat suci yang dibagi menjadi beberapa halaman (mandala) sebagai symbol dari Tri Loka ( bhur loka, bwah loka, dan swah loka). Pada Pura Ntegana ini pembagian mandala menjadi empat mandala terdiri dari beberapa bangunan yang memiliki fungsi berbeda di setiap mandala nya, sebgai berikut.
Keberadaan dari Pura Ntegana di ungkapkan pada Purana Pura Ntegana yang menyebutkan bahwa Pura Ntegana ini di bangun sekitar tahun 830 Masehi. Nama “Ntegana” yang merupakan bentukan dari kalimat “Nteg” yang berarti kuat dan “Gana” yang memiliki arti yang sama dengan Ganesha. Pura ini juga memiliki kesamaan sejarah dengan Pura Purusada Kapal.
Pura Ntegana merupakan bagian dari Pura Kahyangan Jagat yang berlokasi di Desa Adat Tegal, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, dari pusat pemerintahan Kabupaten Badung sekitar 6 km dan dari kota denpasar sekitar 8 km. Lokasi pura yang berada di persawahan yang membuat lingkungan sekitar Pura Ntegana berasa asri dan sejuk.
Pura Ntegana ini dikelola oleh 500 sepaon yang tersebar di banjar-banjar yang ada di Desa adat tegal ini.